Lewati ke konten utama
NASIONAL 3 Menit Baca

Bank Indonesia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II 2026

R

Redaksi

6 August 2026

Bank Indonesia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II 2026
Foto: Istimewa

SEPUTARBANK, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 5,61 persen (yoy) pada triwulan I 2026, kinerja ekonomi nasional dinilai tetap solid dan berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pertumbuhan sepanjang tahun.

Dalam rilis resmi yang disampaikan Bank Indonesia pada Rabu (5/8/2026), BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 tetap berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen (yoy). Optimisme tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik serta sinergi kebijakan yang ditempuh Pemerintah bersama Bank Indonesia.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui instrumen moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan fiskal pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Konsumsi Rumah Tangga dan Belanja Pemerintah Jadi Penopang Utama

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 terutama didukung oleh meningkatnya aktivitas ekonomi domestik.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy), didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum libur sekolah dan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Foto : Sumber Bank Indonesia. 
Foto : Sumber Bank Indonesia. 

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 15,97 persen (yoy). Peningkatan ini berasal dari realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 6,93 persen (yoy), menunjukkan meningkatnya aktivitas berbagai organisasi masyarakat.

Investasi dan Ekspor Tetap Tumbuh Positif

Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya investasi kendaraan, serta investasi pemerintah dan swasta yang sejalan dengan naiknya realisasi penanaman modal.

Di sektor eksternal, ekspor masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,13 persen (yoy) berkat meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia.

Industri Pengolahan hingga Konstruksi Masih Menjadi Motor Ekonomi

Berdasarkan lapangan usaha, sejumlah sektor utama tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Konstruksi, serta Informasi dan Komunikasi mencatat pertumbuhan yang tetap kuat, didukung oleh permintaan domestik yang terjaga.

Di sisi lain, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat okupansi hotel serta meluasnya penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Balinusra Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Secara wilayah, Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II 2026.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi diikuti oleh wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, serta Maluku dan Papua, yang seluruhnya masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Bank Indonesia menilai fundamental ekonomi nasional tetap kuat. Dengan dukungan konsumsi domestik, investasi yang terus meningkat, serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diyakini tetap terjaga sesuai target yang telah ditetapkan.

R

Redaksi