SEPUTARBANK, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperluas pilihan investasi digital bagi nasabah melalui layanan Tabungan Emas yang dikembangkan bersama PT Pegadaian. Fitur tersebut kini dapat dimanfaatkan melalui aplikasi myBCA maupun platform myBCA versi web.
Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari strategi BCA dalam menghadirkan alternatif investasi yang lebih mudah diakses, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap instrumen investasi yang beragam.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan, kolaborasi dengan Pegadaian membuka akses yang lebih luas bagi nasabah untuk berinvestasi emas secara digital. Menurutnya, layanan tersebut dirancang agar proses menabung emas dapat dilakukan dengan mudah, aman, dan praktis.
“Melalui layanan tabungan emas ini nasabah dapat melakukan investasi emas secara langsung karena layanan digital BCA dan nasabah dapat (menabung) dengan mudah,” ujar John dalam acara peluncuran Tabungan Emas di myBCA di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).
Melalui menu investasi di myBCA, nasabah dapat membuka rekening Tabungan Emas secara digital tanpa perlu mendatangi kantor cabang. Setelah rekening aktif, nasabah bisa melakukan pembelian maupun penjualan emas secara real time sesuai kebutuhan.
Seluruh aktivitas investasi juga tercatat secara digital. Nasabah dapat memantau transaksi pembelian dan penjualan emas melalui fitur riwayat transaksi yang tersedia di aplikasi maupun situs web myBCA.
John berharap layanan baru tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah sekaligus memperkuat komitmen BCA dalam menghadirkan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap layanan tabungan emas di myBCA ini dapat membawa manfaat yang luas bagi para nasabah dan masyarakat dan semakin menegaskan komitmen kami untuk senantiasa di sisi nasabah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti menyampaikan bahwa perusahaan memiliki ekosistem emas yang cukup lengkap untuk mendukung pengembangan bisnis bullion.
Ekosistem tersebut mencakup Tabungan Emas yang kini terintegrasi dengan myBCA, deposito emas, layanan penitipan emas, hingga fasilitas pinjaman modal kerja dengan basis emas.
Pegadaian juga memiliki fasilitas penyimpanan emas atau vault dengan kapasitas mencapai 100 ton. Menurut Selfie, kelengkapan ekosistem tersebut menjadi salah satu kekuatan Pegadaian dalam mendukung perkembangan industri bullion di Indonesia.
“Dan kami juga memiliki vault-nya. Kapasitas vaulting kita ada di 100 ton. Jadi kalau kita lihat memang Pegadaian memiliki ekosistem yang sangat komplit untuk bank bullion,” ujar Selfie.
Ia menambahkan, pengalaman Pegadaian selama 125 tahun di industri emas menjadi modal penting dalam mengembangkan bisnis tersebut. Kolaborasi dengan BCA dinilai semakin potensial karena ditopang kemampuan BCA dalam teknologi dan layanan digital.
“Ini luar biasa potensinya kolaborasi antara Pegadaian dan BCA. Dan tentunya saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh manajemen BCA yang telah mendukung kolaborasi ini,” tutur Selfie.