SEPUTARBANK, JAKARTA – BINUS University menggelar pertemuan dengan Bank Saqu dalam rangka berdiskusi mengenai peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam industri keuangan yang semakin memberikan kemudahan akses terhadap layanan perbankan digital.
Pertemuan tersebut menjadi wadah berbagi pandangan mengenai strategi transformasi digital, pengembangan inovasi berbasis AI, serta arah masa depan industri perbankan di Indonesia.
Director and Professor BINUS University, Firdaus Alamsjah, melalui unggahannya, Rabu (05/08/2026) menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan dan tim Bank Saqu atas kesempatan berdiskusi mengenai kerangka strategis bertajuk "Digital Transformation Topography: Mapping the Journey from Core Optimization to Business Reinvention."
"Terima kasih kepada jajaran pimpinan dan tim Bank Saqu atas sesi berbagi yang sangat menarik mengenai kerangka strategis kami. Berdasarkan refleksi dari diskusi tersebut, Bank Saqu merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana sebuah organisasi mampu melampaui digitalisasi yang bersifat bertahap (Q1) menuju transformasi menyeluruh melalui pembaruan model bisnis (Q4)," ujar Firdaus.
Menurutnya, transformasi bisnis yang sesungguhnya menuntut keselarasan antara keputusan strategis para pemimpin dan implementasinya di seluruh organisasi. Hal tersebut mencakup pembangunan kapabilitas organisasi yang lincah (agile), pengembangan personalisasi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga perluasan penerapan embedded finance dalam ekosistem Astra.
Firdaus menilai, dengan memanfaatkan fondasi perbankan yang kuat untuk melayani para solopreneur dan nasabah yang melek digital, Bank Saqu telah menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya sebatas mengadopsi teknologi baru. Lebih dari itu, transformasi harus mampu mendefinisikan kembali cara menciptakan nilai, menghadirkan layanan, serta membangun integrasi dalam sebuah ekosistem yang saling terhubung.
Ia juga menegaskan bahwa BINUS University terus berkomitmen menjembatani kerangka akademik dengan praktik industri yang inovatif guna membantu para pemimpin menghadapi tantangan transformasi digital di berbagai sektor.
"Merupakan sebuah kehormatan dapat berkolaborasi dengan tim Bank Saqu, dan saya menantikan keberlanjutan langkah serta pencapaian Bank Saqu dalam membentuk masa depan perbankan digital di Indonesia," tutup Firdaus.
Melalui diskusi ini, BINUS University dan Bank Saqu diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.