Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel Raih Infobank Awards 2026, Laba Capai Rp9,165 Miliar

R

Redaksi

14 August 2026

BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel Raih Infobank Awards 2026, Laba Capai Rp9,165 Miliar

SEPUTARBANK, PALEMBANG – Kinerja positif sepanjang 2025 mengantarkan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel meraih penghargaan Infobank Awards 2026 sebagai BPR dengan kinerja sangat baik.

Direktur Utama BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel, Ferrial Akhsa mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas pencapaian perseroan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja secara positif sepanjang 2025.

Kepada Seputarbank, Jumat (14/8/2026), Ferial menuturkan perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp9,165 miliar pada 2025. Angka tersebut tumbuh sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp6,6 miliar.

“Laba kami meningkat dari Rp6,6 miliar tahun sebelumnya (year on year) menjadi Rp9,165 miliar. Salah satu penilaian yang kami dapatkan hingga akhirnya penghargaan ini kami raih adalah dari pencapaian tersebut,” tuturnya.

Menurut Ferial, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama solid seluruh tim serta dukungan para stakeholder yang terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan bisnis perseroan.

Hingga Desember 2025, total aset BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel telah mencapai Rp416,3 miliar.

“Dukungan tim merupakan yang terbesar, serta kepercayaan dari para nasabah, baik yang mengamanahkan dananya untuk diinvestasikan maupun yang memanfaatkan layanan kami lainnya berupa fasilitas kredit,” ungkapnya.

Dari sisi penyaluran kredit, Ferrial menyebutkan kredit yang disalurkan perseroan hingga akhir 2025 mencapai Rp377 miliar. Nilai tersebut tumbuh sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp325,6 miliar.

Pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan kemampuan perseroan dalam menjaga kualitas pembiayaan. Hal ini tercermin dari tingkat Non Performing Loan (NPL) yang berhasil ditekan hingga 0,3 persen.

“Untuk NPL, kami menjaganya dengan berbagai pendekatan kekeluargaan. Selain itu, sektor penyaluran kredit yang kami pilih juga relatif minim risiko,” jelas Ferial.

Tak hanya kualitas kredit, efisiensi operasional juga menjadi perhatian perseroan. Ferial menyebutkan beban operasional dapat dijaga pada level 79,52 persen, sesuai dengan standar rasio BOPO yang dinilai baik.

“Begitu pun dengan beban operasional kami yang tetap terjaga di 79,52 persen sesuai standar BOPO yang baik menurut OJK,” pungkasnya.

R

Redaksi