Lewati ke konten utama
Bank 5 Menit Baca

HUT ke-53 Bank Aceh, Siap Jadi Bank Devisa dan Perkuat Ekonomi Syariah Aceh

R

Redaksi

7 August 2026

HUT ke-53 Bank Aceh, Siap Jadi Bank Devisa dan Perkuat Ekonomi Syariah Aceh

SEPUTARBANK, BANDA ACEH – Memasuki usia ke-53 tahun, Bank Aceh menegaskan komitmennya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh yang tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat ekonomi syariah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat transformasi ekonomi Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-53 Bank Aceh yang digelar di Lapangan Expo UMKM Bank Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8/2026). Upacara dipimpin oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh, T. Robby Irza yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Aceh.

Dalam amanat tersebut, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas perjalanan Bank Aceh selama 53 tahun yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pembangunan daerah serta mampu mempertahankan kinerja yang sehat dan berdaya saing.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Aceh yang diterima Seputarbank, Kamis (6/8/2026), peringatan HUT ke-53 tahun ini mengusung tema "Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah".

Tema tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang Bank Aceh dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan Aceh.

Selain itu pula, Tema tahun ini mengandung makna bahwa kepercayaan dari masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan amanah yang harus dijaga melalui integritas, profesionalisme, inovasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pelayanan terbaik. Dari amanah yang dijalankan secara konsisten diharapkan tumbuh keberkahan bagi perusahaan, masyarakat, maupun pembangunan daerah.

Pemerintah Aceh Dorong Bank Aceh Jadi Bank Devisa

Melalui amanat Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh berharap momentum HUT ke-53 menjadi pijakan bagi Bank Aceh untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat inovasi, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Aceh juga berharap Direksi dan Dewan Komisaris yang kini telah lengkap dapat semakin solid dalam mempercepat berbagai agenda strategis perusahaan, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa guna mendukung perdagangan internasional, investasi, dan pengembangan ekonomi Aceh.

Pemerintah Aceh menilai sejak bertransformasi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan mampu menunjukkan pertumbuhan yang sehat, tata kelola yang semakin baik, serta berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Capaian tersebut membuktikan Bank Aceh mampu berkembang secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah yang menjadi fondasi perusahaan.

Fadhil Ilyas: Amanah Harus Dijaga dengan Kinerja Terbaik

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan usia ke-53 menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Selama 53 tahun Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat Aceh. Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Tema tahun ini menjadi komitmen seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Aceh," ujarnya.

Menurut Fadhil, sejak resmi menjadi Bank Aceh Syariah, perusahaan terus melakukan transformasi melalui penguatan layanan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola perusahaan, pengembangan produk berbasis syariah, serta perluasan akses layanan keuangan hingga ke berbagai pelosok Aceh.

Kinerja Bank Aceh Tumbuh Positif

Di tengah tantangan ekonomi nasional dan global, Bank Aceh tetap mampu menjaga fundamental bisnis secara sehat.

Hingga Juni 2026, total aset Bank Aceh mencapai Rp29,7 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25 triliun, sedangkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp21,87 triliun, atau tumbuh 5,94 persen secara tahunan. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp171 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus memperlihatkan kemampuan Bank Aceh menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Raih Berbagai Penghargaan Nasional

Sepanjang perjalanan transformasinya, Bank Aceh juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi sebagai bentuk pengakuan atas kualitas tata kelola, pelayanan, transformasi digital, serta pengembangan keuangan syariah.

Penghargaan tersebut di antaranya Financial Literacy Award 2025 dari OJK, PRIMA Awards 2025 Platinum Award, Serambi Ekraf Award 2025, serta Top Sharia Regional Bank pada ajang Indonesia 20 Syariah Awards 2026.

Pemerintah Aceh menilai berbagai penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kemajuan Bank Aceh pasca-konversi menjadi bank syariah.

Komitmen Sosial dan Dukungan untuk Masyarakat

Foto: Jajaran pengurus Bank Aceh saat menyerahkan bantuan sosial ke salah satu Yayasan.
Foto: Jajaran pengurus Bank Aceh saat menyerahkan bantuan sosial ke salah satu Yayasan.

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Aceh juga terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

Saat Aceh dilanda bencana banjir dan hidrometeorologi pada 2025, Bank Aceh mengaktifkan Business Continuity Management (BCM) agar layanan perbankan tetap berjalan optimal, membentuk satuan tugas lintas divisi, membuka posko layanan, memberikan berbagai fasilitas pendukung, serta menyalurkan relaksasi pembiayaan sesuai ketentuan regulator.

Melalui Program Bank Aceh Peduli, perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Dukung UMKM dan Transformasi Digital

Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, Bank Aceh akan terus memperkuat pembiayaan sektor produktif, UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, industri halal, ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Bank Aceh juga terus mempercepat transformasi layanan digital agar layanan perbankan semakin mudah, cepat, aman, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian HUT Diisi Jalan Santai, Donor Darah dan Bakti Sosial

Peringatan HUT ke-53 Bank Aceh tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan meliputi jalan santai yang diikuti keluarga besar Bank Aceh dan masyarakat, donor darah di seluruh kantor cabang, serta bakti sosial yang dilaksanakan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Direksi, bersama Persatuan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS).

Bantuan sosial disalurkan kepada Ruang Onkologi RSUD dr. Zainoel Abidin berupa 30 unit kursi roda dan 115 paket bantuan, serta kepada SLB Bukesra Banda Aceh berupa 2 unit kursi roda, 4 unit kipas angin, dan 115 paket bantuan.

Kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata tema HUT ke-53 Bank Aceh, "Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah", sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Aceh yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (Rilis)

R

Redaksi