SEPUTARBANK, JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat langkah untuk menjaga momentum investasi nasional sekaligus mempercepat hilirisasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu beserta jajaran di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan realisasi investasi nasional serta strategi pemerintah untuk mendorong investasi yang berkualitas dan memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian maupun masyarakat.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah penyelesaian berbagai hambatan investasi melalui Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking. Hambatan yang menjadi perhatian meliputi persoalan perizinan, tata ruang, pertanahan hingga kesiapan kawasan industri.
Kepala Staf Kepresidenan menegaskan, penyelesaian hambatan tersebut membutuhkan koordinasi yang semakin solid antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar berbagai proyek investasi tidak tertahan pada persoalan administratif maupun teknis.
“Kantor Staf Presiden mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dalam hal ini secara khusus untuk menjaga momentum investasi dan memperkuat hilirisasi yang semakin bermanfaat bagi perekonomian dan masyarakat,” ujar Dudung.
Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun
Dudung juga mengapresiasi kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi pada Semester I 2026. Berdasarkan capaian yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun, atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).
Realisasi tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung disebut telah terserap dari aktivitas investasi sepanjang periode tersebut.
Capaian ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan laju investasi di tengah agenda penguatan industri nasional. Pemerintah menilai investasi tidak hanya perlu dikejar dari sisi nilai, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
19 Proyek Hilirisasi Prioritas
Selain investasi secara umum, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap percepatan program hilirisasi. Bersama Danantara Indonesia, pemerintah telah menyiapkan 19 proyek hilirisasi prioritas dengan total nilai investasi sekitar Rp228 triliun.
Sejumlah proyek tersebut bahkan telah memasuki tahapan groundbreaking pada Februari dan April 2026. Keberadaan proyek-proyek ini diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas industri, tetapi mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian melalui peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri nasional.
“KSP mengawal percepatan proyek-proyek tersebut agar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” pungkas Dudung.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Prof. Popy Rufaidah, Ph.D., Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Dr. Yan Hiksas, serta Tenaga Ahli Utama KSP Panji Sukma Nugraha dan Guruh Muamar Khadafi.
Dengan penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pemerintah menargetkan berbagai hambatan investasi dapat segera diselesaikan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga iklim investasi tetap kompetitif dan memastikan agenda hilirisasi memberikan manfaat yang semakin nyata bagi perekonomian Indonesia.
(KSP/Tika)