Lewati ke konten utama
Bank 2 Menit Baca

Lewat Ekosistem Terintegrasi, BSI dan Danantara Pacu UMKM Naik Kelas

H

Henigun

5 August 2026

Lewat Ekosistem Terintegrasi, BSI dan Danantara Pacu UMKM Naik Kelas
Ilustrasi.(Foto; Istimewa)

SEPUTARBANK JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mendorong percepatan penguatan ekonomi kerakyatan. Menggandeng Danantara Indonesia, kedua lembaga keuangan ini berkolaborasi fokus pada pengembangan ekosistem UMKM secara holistik.Kolaborasi ini tidak sekadar mengandalkan penyaluran modal, melainkan juga menyentuh aspek pembinaan, sertifikasi halal, digitalisasi, hingga pembukaan akses pasar.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional sekaligus penggerak ekosistem halal di Indonesia.

“BSI mengusung pendekatan end-to-end, mulai pendampingan usaha hingga perluasan pasar global. UMKM tidak hanya soal pembiayaan, tetapi ekosistem yang membuat usaha benar-benar naik kelas,” ungkap Anggoro pada Selasa (4/8/2026).

Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk menyelaraskan peningkatan kualitas SDM, kepemilikan sertifikat halal, pembiayaan syariah, hingga kesiapan digital. Harapannya, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki daya saing yang berkelanjutan di industri.

Untuk mendorong efektivitas program ini, BSI dan Danantara telah menyiapkan berbagai wadah pembinaan terstruktur agar para pelaku usaha semakin bankable:

Sejumlah wadah tersebut, adalah 4 BSI UMKM Center, berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Fasilitas ini telah mendampingi lebih dari 6.000 UMKM melalui pelatihan, konsultasi bisnis, strategi pemasaran, hingga kemudahan akses modal.

Kemudian sebanyak 35 Sentra UMKM, yakni program pemberdayaan berbasis dana zakat yang difokuskan untuk mengangkat derajat serta kapasitas ekonomi para pelaku usaha dari kalangan mustahik.

Selanjutnya ada 23 Desa Binaan, yang tersebar di berbagai pelosok daerah guna memetakan dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara maksimal.

Upaya pembinaan tersebut diimbangi dengan penyaluran permodalan yang solid. Hingga Mei 2026, BSI mencatatkan portofolio pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp54,80 triliun, atau tumbuh sebesar 11,14 persen secara tahunan (year-on-year). Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 340 ribu nasabah UMKM melalui instrumen KUR Syariah, pembiayaan mikro, serta fasilitas pembiayaan UMKM lainnya.

Di samping itu, percepatan adaptasi ekonomi digital turut ditopang melalui penyediaan infrastruktur teknologi modern, seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan platform BYOND by BSI.

Melalui sinergi terintegrasi bersama Danantara ini, Anggoro optimistis multiplier effect dari UMKM yang naik kelas akan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja baru, penguatan industri halal, hingga pemerataan kesejahteraan masyarakat di level daerah.

H

Henigun