SEPUTARBANK, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat platform digital wondr by BNI sebagai layanan pengelolaan keuangan terintegrasi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi digital.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta. Sementara itu, volume transaksi melalui platform tersebut tumbuh 110% secara tahunan.
Pertumbuhan ini sejalan dengan semakin tingginya aktivitas pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat volume transaksi BI-FAST pada kuartal II 2026 mencapai 1,529 miliar transaksi, atau meningkat 38,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksinya mencapai Rp3.777 triliun.
Pada periode yang sama, transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga mencatat pertumbuhan signifikan, yakni 100,12% secara tahunan. Kenaikan tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
Perkembangan itu menunjukkan layanan keuangan digital semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Penggunaan mobile banking pun kini tidak sebatas untuk transfer dan pembayaran tagihan, tetapi turut dimanfaatkan untuk memantau pengeluaran, mengelola kebutuhan, hingga menyusun perencanaan keuangan.
BNI mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui tiga dimensi utama dalam wondr by BNI, yakni Transaksi, Insight, dan Growth. Ketiganya dirancang untuk membantu nasabah memenuhi kebutuhan finansial saat ini, memahami kondisi keuangan sebelumnya, sekaligus mempersiapkan tujuan keuangan di masa mendatang.
Pertumbuhan Ditopang Kepercayaan Nasabah
Capaian wondr by BNI pada semester I 2026 menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital tersebut dalam aktivitas finansial nasabah. Kenaikan volume transaksi juga mencerminkan meningkatnya penggunaan layanan digital BNI untuk berbagai kebutuhan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang mengedepankan kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama dalam rilis yang diterima Seputarbank, Jum'at (14/08/2026).
Pengembangan wondr by BNI menjadi salah satu bagian dari upaya BNI memperkuat kapabilitas digital. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkokoh fundamental bisnis, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Transformasi tersebut juga berjalan sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Tiga Dimensi Pengelolaan Keuangan
Melalui fitur Transaksi, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial harian. Layanan yang tersedia antara lain transfer ke satu maupun beberapa tujuan, transfer terjadwal, tarik tunai tanpa kartu, hingga transfer ke luar negeri.
Berbagai kebutuhan pembayaran juga dapat dilakukan dalam satu aplikasi, mulai dari pembelian pulsa dan pembayaran tagihan, pengisian serta pengecekan saldo dompet digital, transaksi QRIS, hingga pengecekan dan pengisian saldo TapCash.
Wondr by BNI juga memperluas layanan untuk kebutuhan gaya hidup, seperti pembelian tiket kereta api, tiket konser, hingga mengikuti program undian.
Sementara itu, fitur Insight membantu nasabah memahami kondisi keuangan berdasarkan riwayat pemasukan dan pengeluaran. Informasi tersebut dapat digunakan untuk melihat pola belanja dan mengevaluasi kondisi finansial secara lebih menyeluruh.
Adapun fitur Growth ditujukan untuk membantu nasabah menjaga nilai sekaligus mengembangkan aset melalui berbagai pilihan instrumen finansial. Dengan fitur ini, nasabah dapat mulai mempersiapkan kebutuhan dan target keuangan jangka panjang melalui platform yang sama.
Ke depan, BNI menyatakan akan terus mengembangkan wondr by BNI agar mampu menghadirkan layanan yang semakin relevan, mudah digunakan, aman, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di berbagai tahapan kehidupan.