Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

Tembus Rp2,6 Triliun, Aset BPR Syariah Dinar Ashri Ukir Rekor Nasional

H

Henigun

5 August 2026

Tembus Rp2,6 Triliun, Aset BPR Syariah Dinar Ashri Ukir Rekor Nasional
Ilustrasi BPRS Dinar Ashri NTB.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK NTB - PT BPR Syariah Dinar Ashri (Bank Dinar) di semester pertama tahun 2926 ini berhasil membukukan total aset sebesar Rp2,6 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan kinerja spektakuler finansial Bank Dinar, karena secara year on year (yoy), angka ini tumbuh 43 persen, dan melonjak 22,95 persen secara year to date (ytd).

Tak heran, pencapaian tersebut menobatkan Bank Dinar sebagai BPRS beraset terbesar di Indonesia—bahkan hampir dua kali lipat dibanding BPRS di peringkat kedua yang mencatatkan aset sekitar Rp1,3 triliun.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, menegaskan bahwa lompatan ini didorong oleh kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap rekam jejak bank yang telah berkiprah selama dua dekade tersebut.

"Pertumbuhan kita jauh di atas nasional. Dan yang tumbuh ini berasal dari sektor produktif, bukan hanya dari sektor nonproduktif," ujar Mustaen.

Bank yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh pengusaha lokal NTB ini menunjukkan performa agresif di sektor penyaluran dana.

Tingginya permintaan pembiayaan di NTB dimanfaatkan bank untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, seperti Penyaluran Pembiayaan yang mencapai Rp2,35 triliun per Juni 2026 (tumbuh 23% ytd / 48% yoy). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional yang berada di kisaran 7–8 persen.

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK), terhimpun sebesar Rp1,55 triliun (tumbuh 9,5% ytd / 35% yoy).

Mengingat wilayah NTB memiliki kebutuhan pembiayaan yang lebih tinggi ketimbang penghimpunan dana lokal (minus funding), Bank Dinar aktif menarik pendanaan dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan pembangunan di NTB.

Menurut manajemen, persaingan perbankan tidak semata-mata diadu melalui margin atau harga, melainkan lewat kedekatan emotional, kemudahan akses, serta kemanfaatan nyata bagi nasabah.

Guna memperluas jangkauan, Bank Dinar mengombinasikan kehadiran kantor fisik dan ekosistem digital:

Kantor Fisik: Mengoperasikan 8 kantor cabang, 1 kantor perusahaan, 3 kantor cabang pembantu, dan 4 kantor kas, serta tengah berekspansi ke wilayah Dompu.

Layanan Digital: Mengoptimalkan fitur mobile banking yang telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun untuk memfasilitasi transaksi harian nasabah secara daring.

Sebagai langkah ekspansi bisnis berikutnya, Bank Dinar berencana menerbitkan Sukuk dengan tenor 5 tahun. Instrumen investasi ini saat ini sedang dalam proses pemeringkatan, dengan estimasi imbal hasil (yield) awal di kisaran 9,5 persen.

Ditopang oleh segmen pembiayaan konsumtif, berbasis emas, hingga sektor produktif, manajemen optimistis tren pertumbuhan yang stabil—bahkan sejak masa pandemi COVID-19—akan terus terjaga secara berkelanjutan.

H

Henigun