Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

Bank BSN Catat Validasi KPR Subsidi 92,58 Persen, 3.381 Rumah Dipantau

R

Redaksi

9 August 2026

Bank BSN Catat Validasi KPR Subsidi 92,58 Persen, 3.381 Rumah Dipantau

SEPUTARBANK, JAKARTA — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperkuat perannya dalam mendukung Program KPR Subsidi Pemerintah. Tak hanya mengejar pertumbuhan penyaluran pembiayaan, Bank BSN juga memastikan rumah subsidi benar-benar dihuni dan dimanfaatkan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Komitmen tersebut tercermin dari kinerja monitoring dan evaluasi (e-Monev) melalui aplikasi akuHUNI. Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), tingkat validasi elektronik Bank BSN mencapai 92,58 persen.

Capaian tersebut mencakup pelaporan keterhunian terhadap 3.381 MBR penerima manfaat KPR Subsidi.

Raihan itu menempatkan Bank BSN sebagai salah satu bank penyalur dengan kinerja terbaik dalam pelaporan dan pemantauan pemanfaatan rumah subsidi.

KPR Subsidi Tak Berhenti di Akad Pembiayaan

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, keberhasilan program perumahan bersubsidi tidak semata-mata dilihat dari jumlah akad pembiayaan yang berhasil dicairkan.

Menurutnya, indikator yang tidak kalah penting adalah memastikan rumah yang telah dibiayai benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat tinggal utama oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.

“Bagi Bank BSN, keberhasilan KPR Subsidi bukan berhenti pada saat akad pembiayaan. Tujuan akhirnya adalah memastikan rumah tersebut benar-benar menjadi tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, indikator keterhunian menjadi sangat penting untuk memastikan subsidi pemerintah memberikan manfaat secara tepat sasaran,” kata Yut Penta di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Penta, pengawasan setelah penyaluran menjadi bagian penting dari strategi Bank BSN untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menekan risiko rumah subsidi yang tidak dihuni atau idle, disewakan, maupun dialihkan kepemilikannya secara ilegal.

Bank BSN Perkuat Pengawasan Rumah Subsidi

Dalam ekosistem perumahan nasional, aplikasi akuHUNI menjadi salah satu instrumen penting untuk memantau pemanfaatan rumah subsidi.

Bank BSN menilai keberhasilan program KPR Subsidi tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak rumah yang berhasil dibiayai. Rumah tersebut harus benar-benar dimiliki, dihuni, dan dimanfaatkan oleh MBR sesuai tujuan program pemerintah.

“Kami ingin tumbuh dengan kualitas. Semakin besar penyaluran KPR Subsidi Bank BSN, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk memastikan rumah yang dibiayai benar-benar dihuni oleh penerima manfaat. Bukan sekadar akad, tetapi sampai rumah benar-benar menjadi hunian,” ungkap Penta.

Upaya monitoring tersebut juga penting untuk mencegah berbagai penyimpangan dalam pemanfaatan rumah subsidi. Di antaranya rumah yang tidak dihuni, dialihkan penggunaannya, disewakan, atau tidak digunakan sesuai dengan ketentuan program.

Gandeng BP Tapera dan Kementerian PKP

Untuk meningkatkan kualitas pengawasan, Bank BSN akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis data.

Perseroan juga memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta asosiasi pengembang atau developer.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat proses monitoring sekaligus memastikan program KPR Subsidi dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan pengawasan yang semakin kuat, program subsidi perumahan diharapkan tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR, tetapi juga mendorong terciptanya kawasan hunian yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.

Bank BSN: Keberhasilan KPR Subsidi Bukan Sekadar Angka

Penta menegaskan, di balik setiap akad pembiayaan KPR Subsidi terdapat keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak dan terjangkau.

“Rumah subsidi bukan sekadar angka penyaluran pembiayaan. Di balik setiap akad terdapat keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Karena itu, bagi Bank BSN ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika rumah yang kami biayai benar-benar menjadi rumah bagi mereka,” ujar Penta.

Ke depan, Bank BSN memastikan akan terus mendukung agenda pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Pertumbuhan KPR Subsidi juga akan terus diarahkan agar tidak hanya tinggi dari sisi penyaluran, tetapi tetap mengedepankan prinsip tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dengan capaian validasi e-Monev sebesar 92,58 persen dan pemantauan terhadap ribuan penerima manfaat, Bank BSN menunjukkan bahwa keberhasilan KPR Subsidi bukan hanya soal berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga memastikan rumah tersebut benar-benar menjadi tempat tinggal bagi keluarga yang membutuhkan.

R

Redaksi