SEPUTARBANK, BANDUNG – Dakara Kreasi, lembaga penyedia jasa pelatihan (training), workshop, dan konsultan profesional, memperkuat kompetensi sumber daya manusia di industri perbankan dengan memberikan pembekalan kepada pengurus dan pejabat eksekutif PT BPR Tata Asia.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan peserta menghadapi Ujian Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Manajemen Risiko Perbankan.
Kegiatan yang digelar di Kantor Pusat BPR Tata Asia, Bandung, Jumat (7/8/2026), dibuka langsung oleh Founder Dakara Kreasi, Djoko Nugroho, dan dihadiri jajaran direksi PT BPR Tata Asia, yakni Direktur Utama TB Frandy Priya Purwanto, Direktur Operasional Dede Gunawan, Direktur Bisnis Yana Mulyana Muksid, serta Direktur Kepatuhan Eggy Pratama Putra.
Founder Dakara Kreasi, Djoko Nugroho, mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perbankan, khususnya di bidang manajemen risiko yang menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan industri perbankan.
"Kegiatan yang kami laksanakan merupakan pembekalan untuk mempersiapkan peserta mengikuti Ujian Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Manajemen Risiko Perbankan bagi para pengurus dan pejabat eksekutif BPR Tata Asia," ujar Djoko.
Menurutnya, sertifikasi KKNI merupakan pengakuan resmi atas kompetensi kerja seseorang yang disesuaikan dengan jenjang kualifikasi nasional. Bagi industri perbankan, sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan mampu menerapkan prinsip manajemen risiko secara efektif.
Djoko menambahkan, Dakara Kreasi menargetkan seluruh peserta dapat mengikuti proses sertifikasi dengan baik hingga memperoleh sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada KKNI Manajemen Risiko Perbankan Kualifikasi Jenjang 5.
"Kami ingin mendukung dan menyukseskan para karyawan BPR Tata Asia agar memperoleh pengakuan kompetensi melalui LSP berlisensi BNSP. Sertifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di sektor perbankan," katanya.
Perkuat Kompetensi untuk Penuhi Regulasi OJK
Program pembekalan ini juga sejalan dengan upaya BPR Tata Asia dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan memenuhi ketentuan regulator. Sebagai BPR yang telah memiliki modal inti di atas Rp50 miliar, perusahaan wajib menerapkan tata kelola sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat.
Regulasi tersebut mengharuskan BPR dengan modal inti minimal Rp50 miliar membentuk sejumlah fungsi strategis, meliputi Satuan Kerja Audit Intern, Satuan Kerja Manajemen Risiko beserta Komite Manajemen Risiko, serta Satuan Kerja Kepatuhan.
Karena itu, peningkatan kompetensi pengurus dan pejabat eksekutif melalui sertifikasi manajemen risiko menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi OJK.