SEPUTARBANK PADANG SUMBAR - Kinerja positif Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), baik konvensional maupun syariah masih tercatat tumbuh positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat menilai, peran BPR di wilayah ini didominasi oleh dukungan pembiayaan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut catatan OJK, porsi penyaluran kredit dan pembiayaan BPR di Sumatera Barat yang dialokasikan khusus untuk UMKM pada posisi Juni 2026, mencapai 71,15% dari total portofolio sebesar Rp2,27 triliun.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyampaikan bahwa dominasi pembiayaan pada sektor UMKM menegaskan posisi strategis BPR sebagai pilar utama penggerak roda ekonomi masyarakat skala kecil dan menengah.
"Penyaluran kredit atau pembiayaan BPR pada Juni 2026 mencapai Rp2,27 triliun. Sebanyak 71,15 persen di antaranya merupakan kredit atau pembiayaan bagi UMKM," ujar Roni Nazra, Sabtu (15/8/2026).
Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Pertumbuhan Tahunan
Roni menjelaskan, secara keseluruhan, indikator keuangan utama industri BPR di Sumatera Barat pada Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) yang solid.
Penyaluran Kredit/Pembiayaan di BPR Sumbar, kata Roni, mencapai Rp2,27 triliun, tumbuh 1,62% dibandingkan posisi periode yang sama tahun 2025. Sedangkan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), mencapai Rp2,21 triliun, meningkat 7,05% secara tahunan.
Dengan pertumbuhan itu, maka total aset BPR tembus Rp3,04 triliun, atau mengalami kenaikan 6,34% year-on-year.
Masih dijelaskan Roni, performa positif industri BPR ini sejalan dengan kondisi makroekonomi kawasan, di mana pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 4,54% secara tahunan.
Kendati demikian, ia menambahkan, OJK mengimbau agar peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM senantiasa dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Langkah ini krusial guna menjaga kualitas aset pembiayaan sekaligus memastikan keberlanjutan fungsi intermediasi perbankan di daerah.